PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) menyampaikan laporan keuangan interim yang telah ditelaah secara terbatas untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 ke Bursa Efek Indonesia pada 31 Agustus 2026. Perusahaan bahan kimia khusus pemboran atau lumpur bor ini membukukan penjualan bersih Rp45,12 miliar pada semester I 2026, turun 46 persen dari Rp83,44 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Akibat penurunan penjualan yang tidak diimbangi penurunan beban usaha, terutama beban administrasi dan umum yang justru naik menjadi Rp42,96 miliar dari Rp41,44 miliar, OBMD mencatat rugi usaha Rp4,59 miliar, berbalik dari laba usaha Rp26,11 miliar pada semester I 2025.

Meski merugi di level operasional, OBMD masih membukukan laba bersih Rp3,26 miliar pada semester I 2026, turun 85 persen dari Rp21,36 miliar setahun sebelumnya. Penyelamatnya adalah pendapatan lain-lain bersih, yakni pendapatan di luar kegiatan usaha utama, yang melonjak menjadi Rp9,10 miliar dari hanya Rp897,76 juta, sehingga laba sebelum pajak tercatat Rp4,66 miliar dibanding Rp27,28 miliar tahun lalu. Laba bersih per saham ikut turun menjadi Rp4,04 dari Rp26,50 pada semester I 2025.

Dari sisi arus kas, kegiatan operasi perusahaan justru menyedot kas Rp19,35 miliar pada semester I 2026, berbalik dari yang sebelumnya menghasilkan kas Rp26,06 miliar. Kas dan setara kas OBMD turun menjadi Rp100,76 miliar per 30 Juni 2026 dari Rp121,04 miliar per akhir Desember 2025. Di sisi lain, total liabilitas perusahaan turun 27 persen menjadi Rp14,77 miliar dari Rp20,19 miliar, terutama karena utang pajak yang menyusut dari Rp9,60 miliar menjadi Rp4,72 miliar, sementara ekuitas naik tipis menjadi Rp211,79 miliar dari Rp208,54 miliar.

Laporan keuangan ini direviu secara terbatas oleh Kantor Akuntan Publik Moch. Zainuddin, Sukmadi & Rekan dengan partner penanggung jawab Moch. Zainuddin, yang sudah dua tahun menjadi partner penandatangan laporan OBMD. Dalam kesimpulan tertanggal 28 Agustus 2026, akuntan publik menyatakan tidak menemukan hal yang membuat mereka meyakini laporan keuangan interim ini tidak disajikan secara wajar.