PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) menyampaikan laporan keuangan interim yang telah ditelaah secara terbatas untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan dan Rekan, yang menandatangani laporan reviu pada 28 Agustus 2026, menyatakan tidak menemukan hal yang membuat informasi keuangan interim ini tidak disajikan secara wajar. Laba bersih perusahaan pada semester pertama 2026 tercatat Rp21,48 miliar, melonjak dari Rp3,14 miliar pada periode sama tahun lalu, seiring penjualan yang naik dari Rp468,49 miliar menjadi Rp732,34 miliar. Laba per saham dasar ikut naik dari Rp6,91 menjadi Rp47,30.

Total aset perusahaan per 30 Juni 2026 mencapai Rp319,97 miliar, naik 23,36 persen dari Rp259,38 miliar pada akhir 2025. Dalam surat penjelasan kepada bursa yang ditandatangani Corporate Secretary Peter Surya Prabowo pada 28 Agustus 2026, perusahaan menyebut kenaikan itu disebabkan oleh membesarnya piutang usaha pihak ketiga dari Rp27,50 miliar menjadi Rp67,15 miliar dan persediaan dari Rp146,01 miliar menjadi Rp152,40 miliar. Di sisi liabilitas, utang jangka pendek naik 24,31 persen dari Rp145,29 miliar menjadi Rp180,61 miliar, terutama karena utang usaha kepada pihak ketiga yang membengkak dari Rp35,98 miliar menjadi Rp61,74 miliar. Total ekuitas perusahaan naik menjadi Rp123,28 miliar dari Rp98,34 miliar, termasuk kepentingan non-pengendali sebesar Rp5,35 miliar yang mencerminkan kepemilikan pihak lain di entitas anak perusahaan.

Dari sisi arus kas, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi naik menjadi Rp18,68 miliar dari Rp7,20 miliar pada semester pertama tahun lalu. Perusahaan menggunakan kas Rp12,06 miliar untuk aktivitas investasi, termasuk Rp8,38 miliar untuk membeli aset tetap dan Rp2,15 miliar untuk penempatan investasi saham. Sementara itu, aktivitas pendanaan mencatat penggunaan kas bersih Rp1,45 miliar karena pembayaran utang bank lebih besar dari penerimaan baru, berbeda dari periode sama tahun lalu yang mencatat kas masuk bersih Rp1,35 miliar. Saldo kas dan bank perusahaan di akhir periode tercatat Rp14,45 miliar, naik dari Rp9,27 miliar pada awal tahun.