PAM JAYA memastikan pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat, tetap aman untuk melayani kebutuhan air bersih warga Jakarta hingga akhir 2026, kendati muka air waduk turun akibat musim kemarau. Kepastian itu disampaikan Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin setelah meninjau langsung kondisi waduk pada Senin, 31 Agustus 2026.

Berdasarkan data dari pengelola waduk, Perum Jasa Tirta II (PJT II), muka air Jatiluhur saat ini tercatat 96,34 meter di atas permukaan laut. Angka itu turun dibanding kondisi normal, namun masih 8,84 meter di atas batas bawah operasi sebesar 87,5 meter, yakni ambang minimal agar waduk tetap bisa menyalurkan air. Arief menyebut PJT II telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air hingga akhir tahun.

Kunjungan tersebut turut diikuti Direktur Usaha PJT II Didik Permadi Yoffana dan General Manager Wilayah IV Anom Soal Herudjito. Didik menjelaskan bahwa tampungan Waduk Jatiluhur saat ini masih mencukupi tidak hanya untuk air baku, tapi juga kebutuhan irigasi dan industri hingga akhir 2026.

Arief menegaskan pihaknya bersama PJT II akan terus memantau kondisi waduk dan perkembangan pasokan air secara berkala selama musim kemarau masih berlangsung, mengingat muka air berpotensi terus turun.