Pemerintah memutuskan memperpanjang program bantuan pangan beras hingga akhir tahun, sekaligus memperkuat pemantauan dampak ekonomi dari rangkaian erupsi gunung berapi dan potensi El Nino. Keputusan ini penting bagi rumah tangga penerima bantuan pangan yang mengandalkan pasokan beras subsidi, sekaligus bagi warga dan pelaku usaha di wilayah yang terdampak letusan gunung berapi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penyaluran bantuan beras yang sudah berjalan hingga September akan dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Keterangan itu disampaikan usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (7/9). Pemerintah tidak merinci total anggaran atau jumlah keluarga penerima dalam perpanjangan tiga bulan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah tengah memantau dampak ekonomi dari erupsi lima hingga enam gunung berapi di Indonesia. Menurut Airlangga, wilayah yang terdampak mengalami kontraksi aktivitas ekonomi, dengan aktivitas masyarakat yang berkurang signifikan di sekitar lokasi letusan.

Sektor logistik turut terganggu, terutama penerbangan yang berkaitan langsung dengan pengangkutan kargo. Pemerintah masih menghitung berapa lama pembatasan atau penutupan penerbangan tersebut perlu berlangsung. Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan bahwa pemantauan dilakukan agar penanganan dampak bencana tetap berjalan seiring keberlangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.