Pemerintah menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton untuk mengantisipasi tekanan pasokan akibat musim kemarau yang berlangsung lebih panjang tahun ini. Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan sejumlah kementerian/lembaga lain di Jakarta, Senin (7/9/2026). Langkah ini relevan bagi konsumen karena menyangkut ketersediaan dan harga beras, kebutuhan pokok yang paling sensitif terhadap inflasi menjelang akhir tahun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan produksi dan kebutuhan pangan nasional dalam kondisi aman meski El Nino memperpanjang musim kemarau. Untuk menopang pasokan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah: mendorong beras medium dan premium masuk ke jaringan ritel, menghentikan impor beras pecah atau menir, menggelar operasi pasar dalam skala besar, dan mempercepat penyaluran bantuan pangan.

Angka BPSNilai impor
26,1 miliar US$Juli 2026

Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Naik 0,19 miliar US$ dibanding Juni 2026. Tertinggi dalam 31 bulan yang tercatat. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (21.914,1).

Februari 2024: 18,5 miliar US$Maret 2024: 18,0 miliar US$April 2024: 17,0 miliar US$Mei 2024: 19,5 miliar US$Juni 2024: 18,5 miliar US$Juli 2024: 21,9 miliar US$Agustus 2024: 20,8 miliar US$September 2024: 19,0 miliar US$Oktober 2024: 22,1 miliar US$November 2024: 19,8 miliar US$Desember 2024: 21,5 miliar US$Januari 2025: 17,9 miliar US$Februari 2025: 18,8 miliar US$Maret 2025: 18,9 miliar US$April 2025: 20,5 miliar US$Mei 2025: 20,3 miliar US$Juni 2025: 19,3 miliar US$Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$FebMeiAguNovFebMeiAguNovFebMeiJul20242025202626.09516.994Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$AguOktDesFebAprJunJul2025202626.09519.206

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.

Tambahan 1 juta ton SPHP medium akan disalurkan mulai Oktober hingga Desember 2026 dan berlanjut sampai memasuki musim panen berikutnya. Pemerintah juga menghentikan impor 380 ribu ton beras pecah dari Bulog, dan mengalihkan beras Bulog yang mutunya menurun untuk dijadikan bahan baku industri tepung beras sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor.

Selain kebijakan beras, pemerintah menyiapkan SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton untuk membantu peternak rakyat dan pelaku usaha kecil-menengah menghadapi tekanan pasokan pakan selama kemarau. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut penambahan SPHP sebagai respons pemerintah untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga harga beras di pasar.