Pemerintah sedang menyiapkan rencana untuk menaikkan kadar campuran etanol pada bensin, dari 20 persen seperti sekarang menjadi hingga 50 persen. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan Presiden Prabowo Subianto secara langsung menanyakan kesiapan langkah ini dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa (3/11). Sinyal dari istana ini menunjukkan rencana tersebut bukan sekadar wacana di level kementerian.

Bahlil menyebut kementeriannya sudah menyiapkan rencana strategis bersama Kementerian Pertanian untuk mewujudkan target itu. Pembagian perannya, Kementan bertugas memastikan pasokan bahan baku etanol di sisi hulu, sementara ESDM mengurus sisi hilir berupa pencampuran dan distribusi bahan bakarnya. Belum ada rincian soal jenis bahan baku, target waktu, atau anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai E50.

Di luar rencana etanol, pemerintah menegaskan tidak akan mengubah kebijakan biodiesel dengan campuran 50 persen pada solar, yang menurut Bahlil tetap dipertahankan karena situasi geopolitik dunia yang belum menentu dan bisa mengganggu pasokan energi. Pemerintah juga berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah di beberapa titik di Sumatra, dengan target cadangan energi nasional bisa bertahan hingga 60 hari, dari kapasitas yang saat ini disebut masih terbatas.