PT Oxala Energy International Tbk (PIPA), dahulu bernama PT Multi Makmur Lemindo Tbk, menyampaikan koreksi atas Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD) hasil IPO untuk periode per 30 Juni 2026, mengoreksi laporan sebelumnya tertanggal 14 Juli 2026. Perusahaan menyatakan laporan ini adalah LRPD terakhir. Dari total dana IPO saham sebesar Rp97,125 miliar yang diperoleh sejak pencatatan saham pada 31 Maret 2023, setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp3,37 miliar yang terdiri dari biaya penjaminan, biaya penyelenggaraan, biaya penjualan, serta jasa profesi dan lembaga penunjang pasar modal, dana bersih yang tersedia adalah Rp93,755 miliar. Seluruh dana itu sudah direalisasikan sehingga sisa dana tercatat nihil.
Dalam prospektus awal, dana tersebut direncanakan dipakai untuk lima pos, yaitu pembangunan fasilitas baru Rp19,29 miliar atau 20,58 persen dari dana, pembelian mesin dan fasilitas produksi Rp41,79 miliar atau 44,57 persen, pembelian kendaraan operasional Rp1,86 miliar atau 1,98 persen, pembayaran pokok utang Rp3 miliar atau 3,20 persen, dan modal kerja Rp27,82 miliar atau 29,67 persen. Realisasinya jauh berbeda dari rencana itu. Fasilitas baru hanya terserap Rp2,54 miliar atau 2,71 persen, mesin dan fasilitas produksi Rp6,24 miliar atau 6,66 persen, kendaraan operasional nihil sama sekali, sementara pembayaran utang justru melampaui rencana menjadi Rp14,79 miliar atau 15,78 persen, dan modal kerja hanya terpakai Rp5,63 miliar atau 6,01 persen.
Sebagai gantinya, muncul pos yang sama sekali tidak ada dalam rencana awal, yaitu cadangan kerugian penurunan nilai senilai Rp64,55 miliar, setara 68,85 persen dari seluruh dana bersih hasil IPO. Laporan yang ditandatangani Direktur Noprian Fadli di Jakarta pada 30 Juni 2026 ini disampaikan secara resmi oleh Corporate Secretary Haerul Maelani pada 22 September 2026.
