PT Oxala Energy International Tbk (PIPA), yang sebelumnya bernama PT Multi Makmur Lemindo Tbk, menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Perubahan nama perusahaan beserta kedudukannya disahkan lewat Akta Nomor 38 tanggal 8 Juli 2026 dan disetujui Menteri Hukum melalui Surat Keputusan AHU-0052377.AH.01.02.TAHUN 2026 tanggal 14 Juli 2026. Kantor pusat perseroan ikut berpindah dari Kota Tangerang ke Jalan Iskandarsyah 1 Nomor 10, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan modal dasar perusahaan dinaikkan menjadi Rp274 miliar. Pemegang saham pengendali per akhir September 2026 adalah PT Morris Capital Indonesia dengan kepemilikan 49,92 persen.

Dari sisi kinerja usaha, penjualan neto perseroan turun menjadi Rp15,97 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, dari Rp25,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski penjualan susut, laba kotor justru naik ke Rp7,84 miliar dari Rp5,66 miliar karena beban pokok penjualan turun lebih dalam, ke Rp8,13 miliar dari Rp20,23 miliar. Hasilnya, laba usaha berbalik menjadi untung Rp1,61 miliar, dari rugi usaha Rp1,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun karena tidak ada lagi pendapatan lain-lain sebesar Rp5,48 miliar yang tercatat pada 2025, laba bersih periode berjalan justru turun menjadi Rp1,26 miliar dari Rp2,66 miliar, dengan laba per saham merosot ke Rp0,37 dari Rp0,90.

Di sisi arus kas dan posisi keuangan, kas dan setara kas perseroan turun tajam menjadi Rp501,17 juta per 30 September 2026, dari Rp12,61 miliar pada akhir 2025. Penurunan ini terutama berasal dari aktivitas pendanaan, antara lain pembayaran utang kepada pemegang saham sebesar Rp9,06 miliar dan pelunasan utang bank. Total liabilitas perseroan ikut menyusut menjadi Rp27,02 miliar dari Rp35,09 miliar, sementara total ekuitas naik tipis menjadi Rp65,88 miliar dari Rp64,62 miliar, sehingga total aset tercatat Rp92,9 miliar, turun dari Rp99,7 miliar pada akhir tahun lalu.