PNGO: Laba 9 Bulan Naik 28%, Utang Turun 30 Persen
Laba bersih PT AEP Pinago Plantations Tbk naik 28 persen dalam sembilan bulan 2026, didukung pelunasan utang bank yang menekan beban bunga.
30 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT AEP Pinago Plantations Tbk (PNGO) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Dalam laporan yang ditandatangani Direktur Utama Budi Purwanto dan Direktur Wandy pada 29 Oktober 2026, perusahaan perkebunan asal Palembang ini mencatat penjualan Rp1,80 triliun, naik dari Rp1,63 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Laba bersih periode berjalan tercatat Rp273,41 miliar, naik 28 persen dari Rp213,37 miliar, sementara laba per saham naik dari Rp272 menjadi Rp349.
Pada pos keuangan, total liabilitas perusahaan turun 30,04 persen, dari Rp575,14 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp402,39 miliar pada akhir September 2026. Dalam surat terpisah kepada Bursa Efek Indonesia yang menjelaskan perubahan lebih dari 20 persen pada pos total liabilitas sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E, manajemen menyebutkan penurunan ini terutama karena pelunasan utang bank jangka pendek sebesar 57,61 persen dan utang bank jangka panjang sebesar 44,46 persen. Di sisi lain, pos liabilitas kontrak, yaitu uang muka yang sudah diterima dari pelanggan atas pesanan yang belum dikirim, melonjak 291,70 persen menjadi Rp20,59 miliar. Total ekuitas perusahaan naik menjadi Rp1,38 triliun dari Rp1,17 triliun, meski perusahaan membagikan dividen tunai Rp70,31 miliar selama periode ini, naik dari Rp31,25 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kas dan setara kas perusahaan naik menjadi Rp97,28 miliar dari Rp73,82 miliar pada akhir 2025. Namun arus kas bersih dari aktivitas operasi justru turun menjadi Rp329,41 miliar dari Rp400,25 miliar pada periode yang sama tahun lalu, seiring pembayaran pajak yang naik dari Rp49,46 miliar menjadi Rp101,35 miliar dan pembayaran gaji serta tunjangan yang naik dari Rp56,73 miliar menjadi Rp100,28 miliar.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal PNGO? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.