PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) menyampaikan keterbukaan informasi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia mengenai laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2024, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mohammad Sunusi & Rekan dengan opini wajar dengan pengecualian lewat Laporan Auditor Independen Nomor 00503/2.1392/AU.1/05/2033-2/1/X/2026 tertanggal 26 Oktober 2026. Sepanjang 2024, Perseroan tidak mencatatkan penjualan sama sekali, berbanding dengan penjualan bersih Rp142,49 miliar pada 2023, sehingga beban pokok penjualan juga nihil dari sebelumnya Rp201,93 miliar. Rugi usaha tercatat Rp22,25 miliar, menyusut dari Rp167,75 miliar pada 2023, dan rugi bersih tahun berjalan juga turun menjadi Rp22,25 miliar dari Rp169,01 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset Grup per akhir 2024 tercatat Rp588,05 miliar, turun tipis dari Rp596,64 miliar setahun sebelumnya, sementara jumlah liabilitas justru naik menjadi Rp812,16 miliar dari Rp798,48 miliar. Akibatnya, defisiensi modal, yakni kondisi ketika utang perusahaan sudah melampaui seluruh asetnya, melebar menjadi Rp224,12 miliar dari Rp201,84 miliar pada 2023. Opini wajar dengan pengecualian dari auditor dipicu oleh tiga hal: status pailit anak usaha PT Bangun Olahsarana Sukses setelah putusan pembatalan perdamaian (homologasi) PKPU oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, defisiensi ekuitas Rp1,49 miliar di anak usaha lain PT Pratama Buana Sentosa yang izin eksplorasinya sudah berakhir dan tidak diperpanjang, serta utang yang belum dibayar kepada Rocksbridge Energy Pte. Ltd. senilai Rp38,97 miliar dan utang PT Pratama Bersama sebesar Rp43,14 miliar.

Manajemen BOSS, melalui Direktur Widodo Nurly Sumady, menyatakan telah mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas putusan pailit tersebut dan berkoordinasi dengan Tim Kurator untuk menjaga kelangsungan usaha anak usahanya, termasuk menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor baru, serta menjalankan efisiensi biaya di seluruh lini organisasi. Dalam dokumen yang sama, Perseroan menyebut Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang semula dijadwalkan 29 Oktober 2026 telah diundur menjadi 4 November 2026, antara lain untuk mengagendakan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2023, 2024, dan 2025.