PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menggelar Public Expose Tahunan 2026 pada 23 Oktober 2026, dihadiri 34 peserta di luar jajaran manajemen dan karyawan Perseroan. Ini acara pertama di bawah susunan Direksi dan Dewan Komisaris baru hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 22 September 2026, yaitu Marang sebagai Komisaris Utama, Hamdriyanto sebagai Komisaris Independen, Teuku Johas Raffli sebagai Direktur Utama, Teuku Rahmatsyah sebagai Direktur Keuangan, dan Ferdiansyah Siregar sebagai Direktur Hukum, Kepatuhan, dan Sekretaris Perusahaan.

Secara keuangan, manajemen melaporkan ekuitas konsolidasian Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat Rp344,4 miliar, berbanding liabilitas yang hanya Rp9,8 miliar, dengan sekitar 65 persen aset berupa kas, portofolio efek, dan penyertaan langsung. Rugi periode Januari hingga Juni 2026 tercatat Rp0,45 miliar, turun dari Rp4,8 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Perseroan menegaskan angka tersebut masih versi internal manajemen yang belum diaudit, mengingat laporan keuangan auditan terakhir Perseroan adalah untuk tahun buku 2022.

Manajemen menyampaikan tiga pilar rencana kerja. Pilar pertama adalah penataan portofolio investasi lewat penjualan 30 persen saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) melalui Conditional Share Purchase Agreement dengan dasar harga nilai buku yang didukung penilaian independen Kantor Jasa Penilai Publik, sebagaimana sudah diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi 8 Oktober 2026. POOL akan tetap menjadi pemegang saham pengendali POLA, dan dana dari transaksi ini rencananya ditempatkan pada instrumen seperti Surat Berharga Negara. Pilar kedua adalah tata kelola dan kepatuhan: Dewan Komisaris menunjuk Kantor Akuntan Publik pada Oktober 2026 untuk mengaudit tahun buku 2023, 2024, dan 2025 secara paralel, dengan target penerbitan laporan keuangan auditan pada Desember 2026, dilanjutkan RUPS Tahunan dan pemenuhan syarat pembukaan suspensi saham. Pilar ketiga adalah investasi strategis jangka panjang pada usaha produktif, tanpa rencana mengubah bidang usaha Perseroan.