PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 30 Oktober 2026. Surat bernomor 0042/POWR/10/2026 itu ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Rani Maheswari Miraza, sesuai kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala emiten yang diatur OJK.
Penjualan neto perusahaan tercatat US$427,9 juta pada sembilan bulan pertama 2026, naik dari US$412,5 juta pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan ke pelanggan industri naik dari US$363,3 juta menjadi US$388,7 juta, sementara penjualan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) justru turun dari US$49,2 juta menjadi US$39,2 juta. Laba usaha naik dari US$85,9 juta menjadi US$107,4 juta, dan laba periode berjalan mencapai US$70,9 juta, naik 23,8 persen dari US$57,3 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini juga ditopang beban pendanaan yang turun dari US$21,5 juta menjadi US$15,5 juta, meski pendapatan bunga ikut turun dari US$13,8 juta menjadi US$10,3 juta. Laba per saham dasar tercatat US$0,0045, naik dari US$0,0036 pada periode sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, total ekuitas perusahaan naik dari US$715,0 juta pada akhir 2025 menjadi US$749,9 juta pada akhir September 2026, sementara total liabilitas naik dari US$476,5 juta menjadi US$494,0 juta, antara lain karena liabilitas pajak tangguhan yang bertambah dari US$16,8 juta menjadi US$24,7 juta. Kas dan setara kas berkurang dari US$174,2 juta menjadi US$133,8 juta, salah satunya karena perusahaan membayar dividen tunai US$45,2 juta dan menempatkan US$111,2 juta dalam deposito berjangka. Perusahaan juga menjual kembali 14.181.477 lembar saham treasuri senilai US$14,2 juta sepanjang periode ini, sehingga saham treasuri yang masih dipegang menyusut dari 235.656.900 lembar pada akhir 2025 menjadi 6.791.900 lembar pada akhir September 2026.
