PT Prima Globalindo Logistik mengusulkan saham bonus rasio 6:4 dari kapitalisasi agio IPO 2025, menerbitkan hingga 514,1 juta saham baru senilai Rp11,31 miliar.
16 September 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), perusahaan jasa pengurusan transportasi atau freight forwarding, mengumumkan rencana pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor (agio saham) untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Agio saham ini berasal dari selisih harga saat penawaran umum perdana (IPO) Perseroan pada 2025 di atas nilai nominal saham, dengan total sebesar Rp13,21 miliar. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 23 Oktober 2026 di kantor Perseroan di Jakarta Timur.
Perseroan mengusulkan rasio pembagian 6:4, artinya setiap pemegang 6 saham lama akan memperoleh 4 saham bonus baru. Dengan rasio itu, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 514.118.680 saham baru dengan nilai nominal Rp22 per saham, atau setara total nilai Rp11,31 miliar. Jumlah saham beredar Perseroan berpotensi naik dari 771.178.020 lembar menjadi maksimal 1.285.296.700 lembar. Saham bonus ini bukan dividen saham, sehingga penerimaannya tidak dikenakan pajak penghasilan selama nilai nominal saham yang dimiliki pemegang saham setelah pembagian tidak melebihi jumlah setoran modalnya.
Berdasarkan daftar pemegang saham per 31 Agustus 2026, Direktur Utama Darmawan Suryadi SM menguasai 53,12 persen saham Perseroan atau 409.637.667 lembar, disusul Komisaris Utama Jap Astrid Patricia dengan 22,80 persen atau 175.818.833 lembar, sementara sisanya 24,08 persen dimiliki publik dengan porsi masing-masing di bawah 5 persen. Pemegang saham yang berhak atas saham bonus adalah yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 4 November 2026, dengan periode cum bonus di pasar reguler dan negosiasi berakhir 2 November 2026. Pendistribusian saham bonus direncanakan pada 25 November 2026, dan Perseroan wajib menyampaikan laporan realisasinya ke OJK paling lambat 9 Desember 2026.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal PPGL? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.