PT Prima Globalindo Logistik Tbk. (PPGL) menyampaikan jawaban resmi atas surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia terkait divestasi 45,79% kepemilikannya di PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA). Surat bernomor 008/PGL/IX/2026 itu ditandatangani Direktur Utama Darmawan Suryadi SM. Bursa mempertanyakan kewajaran nilai transaksi Rp44,60 miliar, mengingat bagian aset neto JAYA yang dilepas tercatat Rp56,33 miliar dan nilai pasar versi penilai independen (KJPP) hanya Rp42,81 miliar, serta keterlibatan pengendali PPGL sebagai pembeli dalam transaksi tersebut.

Dalam jawabannya, PPGL merujuk pada laporan KJPP Dasa'at Yudistira & Rekan tertanggal 22 Januari 2026 yang menilai 45,79% ekuitas JAYA sebesar Rp42,8 miliar per 30 September 2025 menggunakan metode arus kas terdiskonto dan pembanding perusahaan sejenis, sehingga menurut Perseroan harga transaksi Rp44,60 miliar masih wajar. PPGL menyebut JAYA sebagai aset non-inti agar bisa fokus ke bisnis inti jasa pengurusan transportasi, meski Bursa mencatat JAYA dan entitas anaknya sebelumnya menyumbang 90,09 persen dari total aset, 40,84 persen dari pendapatan, dan 45,80 persen dari laba bersih konsolidasian PPGL.

Dampak pelepasan ini pada laporan keuangan per 30 Juni 2026 cukup besar: kas Perseroan turun dari Rp10,13 miliar menjadi Rp4 miliar, aset tetap neto anjlok dari Rp252,47 miliar menjadi Rp478,56 juta, properti investasi dan aset hak-guna menjadi nihil dari sebelumnya masing-masing Rp58,28 miliar dan Rp6,09 miliar, serta utang lain-lain sebesar Rp138,46 miliar (terutama kepada PT Rahardja Ekalancar Rp78,19 miliar dan PT Tunas Mobilindo Perkasa Rp59,50 miliar) ikut hilang dari pembukuan karena JAYA tidak lagi dikonsolidasikan. Dari nilai transaksi Rp44,60 miliar, piutang PPGL kepada pemegang saham masih tersisa Rp21,62 miliar per 30 Juni 2026 setelah sebagian dilunasi lewat pembayaran dividen Rp30,46 miliar pada 17 Juni 2026, dan menurut PPGL sisa piutang itu kini dikenakan bunga bulanan.

Soal kemampuan menjaga kelangsungan usaha pascadivestasi, yang juga ditanyakan Bursa mengingat penurunan signifikan pendapatan, laba, dan aset produktif, PPGL hanya menjawab akan terus melakukan diversifikasi pelanggan potensial melalui langkah pemasaran, tanpa menyebut target atau rencana konkret lainnya.