PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) mengoreksi laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) yang sebelumnya disampaikan 13 Juli 2026. Dalam IPO yang efektif 8 Agustus 2023, perseroan meraih dana sebesar Rp38,5 miliar, dipotong biaya penawaran umum Rp3,72 miliar atau 9,66 persen dari total dana, sehingga hasil bersih yang diterima mencapai Rp34,78 miliar. Sesuai prospektus, seluruh dana itu direncanakan untuk modal kerja.
Per 30 Juni 2026, perseroan telah merealisasikan Rp26,28 miliar atau 75,56 persen dari dana tersebut untuk modal kerja, yang dicatat sebagai beban pokok penjualan dalam laporan keuangan. Sisa dana sebesar Rp8,5 miliar ditempatkan dalam tiga deposito berjangka satu tahun di PT Bank Maybank Indonesia Tbk, masing-masing senilai Rp2,5 miliar, Rp2,5 miliar, dan Rp3,5 miliar, dengan bunga 3,25 persen per tahun. Bank tersebut bukan pihak terafiliasi perseroan, dan perseroan menargetkan sisa dana itu rampung digunakan untuk modal kerja paling lambat Juni 2027.
Rincian biaya penawaran umum mencakup biaya penjaminan emisi Rp800,03 juta, biaya jasa penyelenggaraan (management fee) Rp555,17 juta, biaya jasa penjualan (selling fee) Rp194,8 juta, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp1,65 miliar, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp109,75 juta, serta biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi Rp411,1 juta. Laporan koreksi ini ditandatangani Budi Supriadi selaku Head of Finance & Accounting, sementara dokumen laporan realisasi per 30 Juni 2026 ditandatangani Direktur Dillon Sutandar di Bekasi pada 5 Oktober 2026.
