Presiden Prabowo Subianto mengklaim keberhasilan pemerintah mempercepat capaian swasembada pangan, menurunkan harga pupuk, dan menghentikan impor solar melalui program biodiesel B50. Klaim ini disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Bagi publik, pernyataan ini penting karena menyangkut tiga isu yang langsung memengaruhi biaya hidup dan usaha, yakni ketahanan pangan, harga input pertanian, dan ketergantungan energi impor.

Prabowo menyebut target swasembada pangan yang semula diproyeksikan baru tercapai dalam empat sampai lima tahun, kini sudah terwujud hanya dalam waktu satu tahun sejak pemerintahannya berjalan. Ia mengaitkan percepatan ini dengan berbagai kebijakan yang disebutnya memperkuat sektor pangan nasional, meski rincian kebijakan tersebut tidak dijabarkan lebih lanjut dalam pidatonya. Prabowo juga menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan, mulai dari beras hingga produk hortikultura, meski daftar lengkap kedelapan komoditas itu tidak disebutkan secara rinci.

Angka BPSNilai impor
25,9 miliar US$Juni 2026

Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Naik 1,10 miliar US$ dibanding Mei 2026. Tertinggi dalam 30 bulan yang tercatat. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (21.363,0).

Januari 2024: 18,6 miliar US$Februari 2024: 18,5 miliar US$Maret 2024: 18,0 miliar US$April 2024: 17,0 miliar US$Mei 2024: 19,5 miliar US$Juni 2024: 18,5 miliar US$Juli 2024: 21,9 miliar US$Agustus 2024: 20,8 miliar US$September 2024: 19,0 miliar US$Oktober 2024: 22,1 miliar US$November 2024: 19,8 miliar US$Desember 2024: 21,5 miliar US$Januari 2025: 17,9 miliar US$Februari 2025: 18,8 miliar US$Maret 2025: 18,9 miliar US$April 2025: 20,5 miliar US$Mei 2025: 20,3 miliar US$Juni 2025: 19,3 miliar US$Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$JanAprJulOktJanAprJulOktJanAprJun20242025202625.90916.994Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$JulSepNovJanMarMeiJun2025202625.90919.206

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.

Di sektor pupuk, pemerintah mengklaim telah menghapus 145 aturan yang dinilai menghambat penyaluran pupuk ke petani. Langkah ini dibarengi penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, yang menurut Prabowo merupakan penurunan harga pupuk pertama dalam sejarah Indonesia. Di saat bersamaan, laba PT Pupuk Indonesia (Persero) disebut melonjak 252,8 persen.

Prabowo turut menyinggung penerapan B50, campuran bahan bakar solar dengan 50 persen minyak sawit, yang menurutnya membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak Juli 2026. Klaim ini melengkapi rangkaian pencapaian yang disampaikan dalam pidato kenegaraan tahun ini, sebagai bagian dari evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo di bidang pangan dan energi.