PT Prodia Widyahusada Tbk melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia hasil pelaksanaan pembelian kembali saham sejak 20 Agustus hingga 2 Oktober 2026. Program ini dijalankan berdasarkan keterbukaan informasi tanggal 19 Agustus 2026 soal rencana buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, sesuai Pasal 12 ayat 1 POJK No. 13 Tahun 2023. Selama 31 hari transaksi, Prodia membeli kembali total 15.449.300 lembar saham dengan harga yang bergerak antara Rp2.474 dan Rp2.846 per saham. Transaksi terakhir pada 2 Oktober 2026 sebanyak 538.800 lembar dengan harga rata-rata Rp2.846 per saham.

Dari sisi dana, anggaran buyback Prodia sekitar Rp150 miliar. Per 2 Oktober 2026, sisa dana yang belum terpakai tercatat Rp107,53 miliar, turun dari Rp110,69 miliar pada 29 September 2026. Artinya, sejak program dimulai perusahaan sudah membelanjakan sekitar Rp42,46 miliar dari anggaran tersebut untuk membeli kembali sahamnya sendiri.

Jika dibandingkan dengan laporan sebelumnya yang mencatat realisasi buyback 1,44 persen dari total saham tercatat per 25 September 2026, posisi per 2 Oktober 2026 ini naik menjadi sekitar 1,63 persen. Pembelian harian bervariasi, dari puluhan ribu lembar hingga yang terbesar 2.616.500 lembar pada 7 September 2026 dengan harga rata-rata Rp2.795 per saham.