Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, dan dalam pidatonya menegaskan arah investasi Indonesia ke depan: mempercepat hilirisasi sumber daya alam sekaligus membuka diri pada investasi teknologi energi masa depan, termasuk energi nuklir. Pernyataan ini penting karena menjadi salah satu sinyal resmi pertama pemerintah yang secara eksplisit menyebut ketertarikan pada teknologi nuklir, di tengah upaya memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia dan mitra internasional lainnya.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan prinsip bahwa pembangunan harus memberi manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya segelintir pihak, dengan menyebut ukuran keberhasilannya adalah kondisi ekonomi rumah tangga biasa. Prinsip itu, menurutnya, mendasari kebijakan hilirisasi industri, yaitu mengolah sumber daya alam di dalam negeri alih-alih mengekspornya dalam bentuk bahan mentah, agar tercipta industri baru, keterampilan tenaga kerja, dan lapangan pekerjaan yang lebih baik.

Presiden Prabowo juga menyatakan Indonesia membutuhkan pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik pintar atau smart grid, serta energi nuklir, termasuk reaktor modular berskala kecil maupun pembangkit nuklir skala penuh. Ia menegaskan bahwa strategi investasi ke depan tidak hanya mengejar besaran nilai investasi yang masuk, tetapi juga kualitasnya, yaitu sejauh mana investasi itu memperkuat industri nasional, mempercepat transformasi ekonomi, dan membawa masuk teknologi yang dibutuhkan.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Rusia di Indonesia sepanjang 2021 hingga semester I 2026 mencapai US$726 juta, dengan tiga sektor terbesar berupa perumahan, kawasan industri, dan bangunan gedung, disusul jasa lainnya, serta hotel dan restoran. Adapun lokasi tujuan investasi terbanyak berada di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Jakarta. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ke Rusia tersebut.