PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (PRTL), perusahaan konstruksi menara telekomunikasi dan induk usaha yang berkedudukan di Kudus, Jawa Tengah, menyampaikan informasi tambahan ringkas terkait penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026. Obligasi tahap kedua ini bernilai pokok Rp741,055 miliar, menyusul tahap pertama yang sudah diterbitkan senilai Rp1,015 triliun. Secara keseluruhan, program Obligasi Berkelanjutan V ini menargetkan dana hingga Rp20 triliun.

Obligasi tahap II ini terbagi dua seri. Seri A senilai Rp602,855 miliar berbunga tetap 7,55 persen per tahun dengan tenor 3 tahun, sementara Seri B senilai Rp138,2 miliar berbunga 7,65 persen per tahun dengan tenor 5 tahun. Kedua seri membayar bunga setiap tiga bulan, dengan pembayaran bunga pertama pada 20 Januari 2027, sedangkan pelunasan pokok dibayar sekaligus saat jatuh tempo, yaitu 20 Oktober 2029 untuk Seri A dan 20 Oktober 2031 untuk Seri B. Obligasi ini tidak dijamin dengan aset khusus dan berkedudukan sama dengan kreditur lain Perseroan, serta Perseroan tidak menyisihkan dana cadangan pelunasan agar dana hasil emisi bisa dipakai maksimal.

Fitch Ratings Indonesia memberi peringkat AAA(idn) atau Triple A, peringkat tertinggi, baik untuk seluruh program Rp20 triliun maupun untuk obligasi tahap II ini. Fitch mencatat lebih dari 80 persen pendapatan Perseroan berasal dari kontrak sewa menara dan serat optik berjangka 10 tahun yang sulit dibatalkan, dengan total pendapatan terkontrak sekitar Rp100 triliun per Juni 2026, setara 9 kali pendapatan tahun 2025. Protelindo tercatat sebagai operator menara terbesar kedua di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 30 persen, sementara rasio utang bersih terhadap laba operasional diperkirakan bertahan di sekitar 4,0 kali meski margin laba operasional diperkirakan turun sekitar 5 poin persentase menjadi sekitar 74 persen pada 2026-2029 setelah konsolidasi Bach Multi Global dan PT Remala Abadi.

Penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas, dengan PT Bank Permata Tbk sebagai wali amanat. Masa penawaran umum berlangsung 14-15 Oktober 2026, penjatahan pada 16 Oktober 2026, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan 21 Oktober 2026.