PT Palma Serasih Tbk (PSGO) menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia melalui surat S-13285/BEI.PP3/10-2026 tanggal 21 Oktober 2026, menyusul keterbukaan informasi soal kebakaran di pabrik kelapa sawit (PKS) milik anak usahanya, PT Nusaraya Agro Sawit (NUSA), yang disampaikan pada 20 Oktober 2026. Perusahaan menyatakan penyebab kebakaran masih ditelusuri, dengan bagian yang terdampak adalah area stasiun sterilizer. Kapasitas olah PKS NUSA tercatat 90 ton per jam, dan untuk sementara pabrik tersebut sama sekali tidak dapat beroperasi.
Soal dampak keuangan, PSGO menyebut kontribusi rata-rata NUSA terhadap kinerja konsolidasi perusahaan dalam 12 bulan terakhir adalah sekitar 31 persen produksi TBS inti, 32 persen produksi CPO, 30 persen pendapatan, 27 persen EBITDA, dan 22 persen laba bersih. Perusahaan menegaskan bahwa kegiatan perkebunan NUSA, yakni produksi tandan buah segar, tetap berjalan normal karena yang terhenti hanya proses pengolahannya menjadi minyak sawit. PSGO berencana mengoptimalkan kapasitas PKS milik anak usaha lain agar target produksi dan pendapatan tahun 2026 tetap tercapai, tetapi belum bisa memberikan estimasi waktu pemulihan maupun nilai kerugian finansial akibat insiden ini.
Mengenai perlindungan risiko, fasilitas PKS NUSA yang terdampak telah diasuransikan lewat polis Property All Risk dengan nilai pertanggungan Rp267.611.500.000, yang mencakup bangunan, mesin, dan stok. Perusahaan belum dapat memastikan apakah nilai tersebut cukup menutup kerugian karena proses identifikasi dan penilaian kerusakan masih berlangsung. Sebagai langkah mitigasi ke depan, PSGO menyebutkan enam rencana: evaluasi prosedur operasional dan keselamatan kerja, penguatan inspeksi dan pemeliharaan berkala mesin, peningkatan pengawasan aktivitas berisiko kebakaran, evaluasi kesiapan sarana tanggap darurat, penguatan pelatihan K3 bagi karyawan, serta evaluasi tindak lanjut atas hasil pemeriksaan kejadian.
