PT Palma Serasih Tbk (PSGO) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, disertai surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia dan OJK karena ada pos aset dan liabilitas yang berubah lebih dari 20 persen. Surat bertanggal 27 Oktober 2026 itu ditandatangani Astrida Niovita Bachtiar selaku Direktur dan Sekretaris Perseroan. Penyebab utama perubahan adalah penggunaan kas internal untuk melunasi seluruh utang bank jangka panjang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 22 laporan keuangan.
Total aset turun 11 persen dari Rp3,99 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp3,57 triliun per 30 September 2026, terutama karena kas dan bank berkurang 32 persen dari Rp1,15 triliun menjadi Rp778,55 miliar. Di sisi liabilitas, total utang turun lebih tajam, 49 persen dari Rp1,27 triliun menjadi Rp643,2 miliar. Utang bank jangka panjang, baik yang jatuh tempo dalam satu tahun maupun tidak, yang sebelumnya tercatat sekitar Rp846,5 miliar kini menjadi nol, sehingga liabilitas jangka panjang Perseroan susut 86 persen menjadi Rp100,47 miliar.
Di tengah pelunasan utang itu, laba periode sembilan bulan justru naik 7,7 persen menjadi Rp312,76 miliar dari Rp290,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan laba per saham naik dari Rp15,41 menjadi Rp16,59. Penjualan neto relatif stabil di Rp1,81 triliun, sementara laba bruto naik berkat beban pokok penjualan yang lebih rendah. Arus kas dari aktivitas operasi juga membaik menjadi Rp672,2 miliar dari Rp542,8 miliar, dan ekuitas Perseroan bertambah menjadi Rp2,93 triliun. Selama periode ini Perseroan juga membagikan dividen kas Rp113,1 miliar, lebih kecil dari Rp150,8 miliar pada periode sebelumnya.
