PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 29 Oktober 2026. Pendapatan perseroan tercatat Rp35,20 triliun, naik 12,4 persen dari Rp31,33 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Laba bersih periode berjalan melonjak jadi Rp4,42 triliun dari Rp1,40 triliun, atau naik 215 persen, sehingga laba per saham ikut naik dari Rp121 menjadi Rp383.

Kenaikan laba ini bukan semata dari pertumbuhan pendapatan, sebab beban pokok pendapatan hanya naik tipis dari Rp27,76 triliun jadi Rp27,94 triliun. Akibatnya laba bruto melonjak dari Rp3,57 triliun jadi Rp7,27 triliun dan laba usaha naik dari Rp1,60 triliun jadi Rp5,11 triliun. Kontribusi dari entitas asosiasi dan ventura bersama juga bertambah, dari Rp333,09 miliar menjadi Rp581,31 miliar, sementara beban bunga yang ditanggung perseroan turun dari Rp247,93 miliar jadi Rp136,52 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, total aset PTBA per 30 September 2026 tercatat Rp51,55 triliun, naik dari Rp43,92 triliun pada akhir 2025, sementara total ekuitas naik dari Rp22,62 triliun jadi Rp27,24 triliun. Total liabilitas bertambah dari Rp21,30 triliun jadi Rp24,31 triliun, dengan pergeseran komposisi utang bank: pinjaman bank jangka pendek turun dari Rp1,95 triliun jadi Rp1,54 triliun, sedangkan pinjaman bank jangka panjang naik dari Rp1,28 triliun jadi Rp2,67 triliun. Perseroan juga membayar dividen Rp1,33 triliun pada periode ini, lebih kecil dibanding Rp3,86 triliun yang dibayarkan pada periode sembilan bulan 2025, dan arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp4,44 triliun, naik dari Rp4,20 triliun.