PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menyampaikan Materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor B/803/111000/KS.03/IX/2026 tertanggal 2 September 2026. Penyampaian ini merupakan tindak lanjut dari rencana public expose yang sudah diberitahukan PTBA sejak 21 Agustus 2026, dan materinya akan dipaparkan bersamaan dengan acara Public Expose Live 2026 yang digelar BEI. Dokumen ditandatangani secara elektronik oleh Eko Prayitno, Corporate Secretary Division Head PTBA.
Materi tersebut memuat kinerja operasional semester I 2026. Produksi batu bara PTBA tercatat 19,45 juta ton, turun 10 persen dibanding periode sama tahun lalu akibat curah hujan tinggi pada kuartal pertama, namun melonjak 94 persen secara kuartalan pada kuartal kedua seiring pemulihan operasi. Nisbah kupas, yaitu volume tanah yang harus dipindahkan untuk mengambil satu ton batu bara, membaik dari 6,17 kali menjadi 5,26 kali, sudah lebih baik dari target perusahaan sepanjang 2026 sebesar 5,63 kali. Penjualan tercatat 21,10 juta ton, sementara pendapatan naik 8 persen menjadi Rp22,03 triliun didorong kenaikan harga jual rata-rata batu bara acuan ICI-3 sebesar 15 persen dan indeks NCI sebesar 25 persen secara tahunan.
Dari sisi pasar ekspor, lima negara tujuan penjualan terbesar PTBA pada semester I 2026 adalah Vietnam sebesar 12 persen, Bangladesh 10 persen, India 7 persen, Kamboja 6 persen dari total penjualan, sementara sisanya sebesar 51 persen tersebar ke Thailand, Korea Selatan, China, Malaysia, Filipina, Taiwan, Pakistan, dan Jepang. Secara komposisi, penjualan ekspor menyumbang 49 persen dari total penjualan, disusul penjualan domestik ke PLN 37 persen, penjualan domestik mulut tambang 9 persen, dan penjualan domestik lainnya 5 persen. PTBA menyebut tengah menjajaki perluasan pangsa pasar seiring perbaikan harga batu bara, dengan Pakistan disebut sebagai salah satu pasar baru yang dibidik.
Untuk proyek strategis, PTBA melaporkan progres pembangunan jalur kereta api angkutan batu bara Tanjung Enim-Keramasan sepanjang 158 kilometer dengan kapasitas 20 juta ton per tahun sudah mencapai 93,45 persen per akhir Juli 2026, digarap bersama PT KAI dan PT Kereta Api Logistik, dengan target beroperasi pada semester kedua 2026. Perusahaan juga akan menambah kapasitas Pelabuhan Tarahan dari 27,5 juta ton menjadi 28,0 juta ton dan Pelabuhan Kertapati dari 8,0 juta ton menjadi 15,3 juta ton per tahun. Di sisi hilirisasi, PTBA menargetkan proyek batu bara menjadi gas alam sintetis berkapasitas 6,9 juta ton batu bara per tahun beroperasi pada kuartal IV 2030 bersama Danantara dan Pertamina, serta proyek batu bara menjadi dimetil eter berkapasitas 9,78 juta ton batu bara per tahun ditargetkan beroperasi pada kuartal I 2032 bersama Pertamina Gas Negara. Proyek ekstraksi batu bara kalori rendah menjadi kalium humat untuk mendukung sektor pertanian ditargetkan berproduksi 173 ton per tahun pada fase pertama tahun 2026 dan meningkat menjadi 10.000 ton per tahun pada fase kedua tahun 2028, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada.
