PT Pratama Widya Tbk (PTPW) melaporkan pendapatan konsolidasian Rp225,46 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, turun 11,1 persen dari Rp253,70 miliar pada periode sama tahun lalu. Laba bersih perusahaan konstruksi ini ikut menyusut 8 persen menjadi Rp38,54 miliar dari Rp41,89 miliar, sehingga laba per saham turun dari Rp46,75 menjadi Rp44,07. Laporan keuangan interim kuartal III yang belum diaudit ini disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan pada 2 November 2026, ditandatangani Direktur Utama Widhatama Kurniawan.

Meski kinerja operasional melemah, posisi keuangan PTPW justru menguat. Total aset naik menjadi Rp785,47 miliar dari Rp736,47 miliar pada akhir 2025, sementara ekuitas bertambah menjadi Rp702,99 miliar dari Rp659,48 miliar. Kenaikan ekuitas ini sebagian besar datang dari kepentingan nonpengendali yang melonjak dari Rp12,07 miliar menjadi Rp21,87 miliar. Dalam laporan perubahan ekuitas tercatat tambahan Rp9,4 miliar dari pendirian entitas anak baru dan Rp560 juta dari akuisisi entitas anak, yakni bagian yang disuntikkan mitra di luar PTPW, bukan dari laba usaha perusahaan sendiri. Perusahaan kini memiliki enam anak usaha, tiga di antaranya baru tercatat dengan tahun komersial 2026, yaitu PT Pratama Orient Energi, PT Pratama Karya Prima, dan PT Wacana Krida Perkasa, dengan dua yang pertama masih berstatus belum aktif. Perusahaan tetap membayar dividen tunai Rp5 miliar kepada pemegang saham, sama seperti tahun sebelumnya.

Dari sisi arus kas, kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi turun menjadi Rp53,65 miliar dari Rp55,41 miliar pada periode sama tahun lalu, sejalan dengan pendapatan yang lebih kecil. Di sisi lain, belanja investasi membesar: dana untuk pembelian aset tetap naik 21,5 persen menjadi Rp35,65 miliar, dan dana untuk akuisisi anak usaha mencapai Rp7,02 miliar, jauh lebih besar dari Rp1,18 miliar pada periode sama 2025. Akibatnya, meski perusahaan membayar dividen tunai dan mencicil utang bank, kas dan setara kas di akhir September 2026 hanya naik tipis Rp2,11 miliar menjadi Rp107,14 miliar dibanding posisi awal tahun.