Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah disiapkan dan bisa langsung dicairkan begitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajukan permintaan. Pernyataan itu disampaikannya saat dikonfirmasi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, di tengah karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Purbaya menyebut BNPB saat ini sudah memegang anggaran senilai Rp5 triliun untuk penanganan bencana nasional secara umum. Kementerian Keuangan sendiri belum menambah alokasi khusus untuk karhutla karena BNPB belum mengajukan rincian total kebutuhan biayanya, sebab penilaian kebutuhan itu masih terus berjalan seiring kondisi di lapangan.

Ia memperkirakan kebutuhan dana untuk karhutla kali ini tidak akan sebesar penanganan bencana di Aceh, yang menurutnya jauh lebih masif. Purbaya juga menegaskan tidak ada batas nilai anggaran tambahan yang boleh diajukan BNPB, dengan syarat pengajuan itu tidak digelembungkan, karena pendekatan pembiayaan bencana memang dibuat berbeda dari belanja pemerintah pada umumnya sebab menyangkut keselamatan banyak orang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa penanganan karhutla di berbagai daerah dilakukan secara terpadu lintas sektor dengan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar. Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis persoalan ini bisa mulai teratasi dan tuntas dalam satu hingga dua minggu ke depan.