Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan langkah-langkah pembenahan internal di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ia menegaskan pegawai yang terbukti melanggar aturan akan ditindak, dan mengaku sudah memetakan pejabat yang terindikasi melakukan penyimpangan.
Salah satu caranya adalah membuat peringkat pegawai yang paling dicurigai bermasalah dalam penanganan pajak tertentu. Dari hasil pemetaan itu, Purbaya menyebut ada lima pegawai yang masuk daftar teratas, dan tiga di antaranya sudah dinonaktifkan dari tugasnya. "Untuk beberapa kasus, misalnya saya lihat curiga, hal tertentu ya, mereka masih main, untuk pajak tertentu saya ranking 5 orang terbesar siapa yang dianggap main-main, terus mungkin 3 orang saya rumahkan. Itu memberi pesan ke pegawai pajak bahwa kita serius memperbaiki kualitas pengumpulan pajak," kata Purbaya.
Selain menindak individu, Kementerian Keuangan juga merombak susunan pejabat di berbagai tingkatan struktur DJP, mulai dari eselon dua hingga eselon empat. Pegawai dengan kinerja kurang baik dipindahkan ke kantor pajak daerah, sementara yang dinilai berkinerja baik ditempatkan di kantor pajak besar dengan potensi penerimaan tinggi.
"Kan masyarakat sudah tahu sering bocor sana-sini. Misalnya saya periksa lah kira-kira pejabat mana yang sering mengerjakan hal-hal yang negatif, saya reorganize. Hampir semua orang pajak, eselon 2, eselon 3, eselon 4 saya kocok ulang, saya pindahin yang kurang baik ke daerah, yang baik ke pusat-pusat yang pengumpulan pajaknya besar, kantor-kantor pajak besar," jelas Purbaya.
