Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka soal tekanan terberat yang ia hadapi sepanjang setahun menjabat. Menurutnya, bukan urusan teknis mengelola anggaran negara yang paling berat, melainkan bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat dan investor saat ekonomi Indonesia sedang bergejolak.

Tantangan itu langsung muncul begitu ia baru dilantik, bersamaan dengan demonstrasi besar yang membuat pemerintah harus cepat memulihkan rasa percaya publik. Purbaya mengaku memakai teori dalam ilmu ekonomi yang disebut self-fulfilling prophecy, atau ramalan yang mewujudkan dirinya sendiri: kalau semua pihak diyakinkan bahwa ekonomi akan membaik, keyakinan itu sendiri yang mendorong orang bertindak sehingga ekonomi benar-benar bergerak ke arah membaik.

Karena memperbaiki kondisi ekonomi secara nyata butuh waktu, Purbaya memilih tampil percaya diri lewat pernyataan-pernyataan optimistis di depan publik. Sikap ini sempat membuatnya dicap sombong, namun ia menegaskan itu bukan pencitraan, melainkan bagian dari strategi kebijakan untuk mengarahkan ekspektasi masyarakat dan pasar ke sisi positif.

Ia menjelaskan, ekspektasi punya pengaruh nyata pada keputusan pelaku ekonomi. Ketika investor percaya ekonomi akan membaik, mereka lebih berani menanamkan modal, masyarakat lebih percaya diri berbelanja, dan perusahaan lebih siap melakukan ekspansi usaha.