Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah berencana memasukkan sebagian keuntungan Danantara, lembaga pengelola investasi milik negara, ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Purbaya menyebut langkah ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dan ditargetkan mulai berjalan tahun ini, meski bentuk serta mekanisme pelaksanaannya masih dibahas bersama Danantara. Bagi masyarakat, ini menyangkut dari mana pemerintah akan mendapat tambahan dana untuk membiayai anggaran negara ke depan.
Purbaya membantah anggapan bahwa penarikan keuntungan Danantara ini dilakukan karena kondisi keuangan pemerintah sedang tertekan. Ia mengklaim kas pemerintah di perbankan masih sekitar Rp400 triliun, jumlah yang menurutnya menunjukkan pemerintah masih punya ruang gerak keuangan yang longgar. Danantara sendiri mengelola sebagian aset dan investasi milik negara, sehingga keuntungannya berpotensi menjadi sumber pendapatan baru di luar pajak dan penerimaan negara bukan pajak yang selama ini jadi andalan.
Purbaya menyebut pemanfaatan keuntungan Danantara sebagai satu dari berbagai langkah pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pendapatan negara, sambil menjaga agar anggaran tetap berkesinambungan dalam jangka panjang. Ia menegaskan pemerintah akan terus mencari berbagai sumber pendapatan tambahan, termasuk dari Danantara, di tengah tarik ulur antara kebutuhan belanja dan penerimaan negara yang menurutnya selalu jadi sorotan publik.