PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menyampaikan koreksi laporan keuangan interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, yang belum diaudit, disertai surat penjelasan resmi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia. Surat itu wajib dikirim karena total aset dan total liabilitas perusahaan berubah lebih dari 20 persen dibanding akhir 2025, sesuai aturan keterbukaan informasi BEI. Pemicu utamanya, menurut perusahaan, adalah dana hasil penawaran umum saham perdana yang masuk pada 9 Juli 2026.
Total aset RANS per 30 September 2026 tercatat Rp855,73 miliar, naik 86 persen dari Rp461,03 miliar di akhir 2025. Kenaikan terbesar berasal dari kas dan setara kas yang melonjak menjadi Rp507,43 miliar dari sebelumnya Rp100,13 miliar, didorong dana IPO senilai Rp422,23 miliar. Di sisi lain, total liabilitas turun 36 persen menjadi Rp77,21 miliar. Utang bank yang sebelumnya Rp37,3 miliar, terdiri dari porsi jangka pendek Rp14,1 miliar dan jangka panjang Rp23,2 miliar, kini nol karena dilunasi penuh sepanjang 2026, dengan Rp29,3 miliar di antaranya dibayar menggunakan dana IPO pada 5 Agustus 2026. Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh bertambah dari 2.016.850.000 lembar bernilai nominal Rp50 menjadi 12.609.250.000 lembar bernilai nominal Rp10, sementara tambahan modal disetor berubah dari defisit Rp2,43 miliar menjadi Rp393,44 miliar.
Dari sisi kinerja usaha, pendapatan sembilan bulan 2026 tercatat Rp243,74 miliar, naik dari Rp231,99 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba periode berjalan yang menjadi bagian pemilik perusahaan mencapai Rp37,97 miliar, naik dari Rp30,26 miliar, dengan laba per saham Rp3,01 dibanding Rp2,40 pada periode sebelumnya. Perusahaan juga membagikan dividen Rp19,5 miliar sepanjang 2026, lebih kecil dibanding Rp64,51 miliar yang dibagikan pada periode yang sama 2025.
