PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Total aset perusahaan melonjak 212,3 persen menjadi US$237,38 juta, dari US$76,02 juta pada akhir 2025. Dalam surat penjelasan ke Bursa Efek Indonesia yang ditandatangani Corporate Secretary Supriyanti Priandini, perseroan menyebut kenaikan ini terutama berasal dari akuisisi SMS Development Ltd melalui anak usaha PT Raharja Energi Madura, dengan pengendalian efektif sejak 1 Januari 2026. Transaksi ini membuat RATU memegang kepemilikan 20 persen di Husky-CNOOC Madura Limited, yang tercatat sebagai investasi pada entitas asosiasi senilai US$130,12 juta, naik dari US$7,54 juta, dan menyumbang sekitar 76 persen dari total kenaikan aset.
Di sisi liabilitas, jumlah utang perseroan naik 702,7 persen menjadi US$155,79 juta dari US$19,42 juta. Kenaikan ini didorong oleh penerbitan obligasi senilai US$16,49 juta dan sukuk wakalah US$27,50 juta pada kuartal pertama 2026, serta tambahan pinjaman bank melalui PT Raharja Energi Madura yang membuat saldo pinjaman bank jangka panjang membengkak menjadi US$84,12 juta dari US$7,69 juta, termasuk fasilitas Kredit Agunan Surat Berharga dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perseroan merinci pinjaman bank menyumbang sekitar 68 persen dan obligasi beserta sukuk sekitar 32 persen dari total kenaikan liabilitas tersebut. Kas dan setara kas ikut naik menjadi US$53,39 juta dari US$24,83 juta, sebagian berasal dari dana hasil penerbitan surat utang dan pencairan pinjaman bank itu.
Dari sisi laba rugi, pendapatan bersih sembilan bulan naik tipis menjadi US$40,31 juta dari US$37,61 juta pada periode yang sama tahun lalu, sementara laba periode berjalan melonjak menjadi US$32,11 juta dari US$11,85 juta. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$25,09 juta dari US$11,77 juta, dengan laba per saham dasar naik menjadi US$0,0092 dari US$0,0043. Pendorong utama kenaikan laba ini adalah bagian laba dari entitas asosiasi yang melonjak menjadi US$19,24 juta dari US$4,32 juta, seiring masuknya kepemilikan di Husky-CNOOC Madura Limited. Di sisi lain, beban bunga ikut naik menjadi US$4,95 juta dari US$1,10 juta, dan rasio utang terhadap ekuitas melonjak menjadi 190,96 persen dari 34,30 persen seiring tambahan obligasi, sukuk, dan pinjaman bank tersebut. Laporan ini ditandatangani Direktur Utama Sumantri dan Direktur Adrian Hartadi pada 27 Oktober 2026.
