PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menggelar public expose tahunan pada Kamis, 10 September 2026, pukul 14.00-14.51 WIB melalui Zoom Webinar. Acara dihadiri 111 peserta terdaftar di luar jajaran manajemen dan karyawan Perseroan, dengan manajemen yang hadir yaitu Direktur Utama Sumantri Suwarno, Direktur Alexandra Sinta Wahjudewanti, dan Direktur Adrian Hartadi. Perseroan memaparkan lanskap bisnis migas 2026, profil perusahaan, ringkasan aset, pencapaian, kinerja keuangan semester I 2026, serta kinerja keberlanjutan, sebelum masuk ke sesi tanya jawab pukul 14.41 WIB.
Menjawab pertanyaan wartawan Kontan, Alief Andri, soal rencana private placement hingga 10% saham, Sumantri Suwarno menyatakan dana tersebut terutama akan dipakai untuk modal kerja karena Perseroan setiap tahun menghadapi cash call, serta untuk menambah aset lewat akuisisi. Ia menyebut prioritas Perseroan dalam dua sampai tiga tahun ke depan adalah aset migas yang sudah berproduksi, guna mengurangi risiko eksplorasi sebelum masuk ke aset yang sifatnya eksploratif. Direktur Adrian Hartadi menambahkan, private placement ini diperlukan untuk memenuhi janji dalam prospektus IPO soal pengembangan bisnis dan akuisisi aset yang sudah berproduksi. Menjawab pertanyaan investor William Edric soal target penyelesaian akuisisi, Adrian mengatakan proses due diligence sejumlah aset masih berjalan, namun secara konservatif penutupan akuisisi baru ditargetkan pada 2027 dengan target minimal satu akuisisi, seiring rencana eksekusi private placement yang sudah disetujui RUPS Independen.
Menanggapi pertanyaan investor Lidya Sopamena mengenai kebijakan dividen di tengah rencana penambahan modal dan ekspansi non-organik, Sumantri Suwarno mengatakan manajemen berkomitmen membagikan dividen kepada pemegang saham, namun besaran rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2026 baru akan ditentukan pada akhir tahun setelah melihat anggaran dan kinerja tahun berjalan. Soal harga minyak, Sumantri menyebut sejumlah proyeksi memperkirakan harga akan turun ke kisaran US$78 hingga US$80 per barel pada kuartal IV 2026, namun saat public expose berlangsung harga minyak masih berada di level US$90 per barel, sehingga Perseroan memperkirakan akan menutup tahun 2026 dengan harga minyak yang relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Setelah sesi paparan, Perseroan juga mengadakan konferensi pers virtual pukul 15.06-15.25 WIB yang dihadiri 12 jurnalis dari 10 media.
