PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) merinci rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) lewat tambahan keterbukaan informasi yang terbit 3 September 2026. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 271.505.380 lembar saham baru, atau maksimal 10 persen dari total saham beredar, sehingga jumlah saham RATU berpotensi naik dari 2.715.053.800 menjadi maksimal 2.986.559.180 lembar. Rencana pelaksanaan dijadwalkan pada 8 September 2026, dan seluruh proses penerbitan wajib rampung paling lambat 7 Mei 2027, mengikuti batas waktu dua tahun sejak RUPSLB menyetujui rencana ini pada 30 Juli 2026.

Harga pelaksanaan saham baru ditetapkan paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham RATU selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum permohonan pencatatan saham baru diajukan ke Bursa Efek Indonesia. Perseroan belum mengumumkan calon investor yang akan menyerap saham baru ini, sehingga status hubungan afiliasinya baru akan diungkapkan belakangan sesuai Pasal 43A POJK 14/2019. Jika seluruh jatah saham baru terserap, porsi kepemilikan PT Rukun Raharja Tbk, pengendali RATU melalui Hapsoro, akan turun dari 68,677 persen menjadi 62,434 persen, sedangkan porsi milik masyarakat turun dari 31,317 persen menjadi 28,470 persen. Status pengendali sendiri tidak berubah karena PT Rukun Raharja Tbk masih memegang mayoritas jauh di atas ambang 50 persen.

Dana hasil PMTHMETD rencananya dipakai untuk modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan maupun grup usahanya, termasuk kemungkinan pembelian aset, pembelian saham, atau pemberian pinjaman kepada perusahaan yang bergerak di industri sejalan dengan bisnis RATU di sektor hulu minyak dan gas bumi. Jika transaksi penggunaan dana nanti tergolong transaksi afiliasi, transaksi benturan kepentingan, atau transaksi material, Perseroan menyatakan akan tunduk pada aturan OJK terkait dua hal tersebut.