PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) berencana menambah modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 271.505.380 lembar saham baru, atau maksimal 10 persen dari jumlah saham yang beredar saat ini. Jika seluruhnya terealisasi, jumlah saham Perseroan akan bertambah dari 2.715.053.800 lembar menjadi 2.986.559.180 lembar, dengan nilai nominal tetap Rp10 per saham. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 8 September 2026.
Harga pelaksanaan saham baru belum ditentukan. Perseroan hanya menyebut harga tersebut nantinya paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham RATU selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum permohonan pencatatan saham baru diajukan ke Bursa Efek Indonesia. Dana hasil penerbitan saham akan dipakai untuk modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan beserta grupnya, termasuk kemungkinan pembelian aset, pembelian saham perusahaan lain, atau pemberian pinjaman pada bisnis yang sejalan dengan sektor holding, konsultasi manajemen, serta pertambangan minyak dan gas milik Perseroan. Proses penerbitan harus rampung paling lambat 31 Januari 2028, mengikuti batas dua tahun sejak RUPSLB menyetujui rencana ini.
Dari sisi kepemilikan, porsi PT Rukun Raharja Tbk selaku pengendali RATU (melalui Bapak Hapsoro) akan turun dari 68,677 persen menjadi 62,434 persen setelah penambahan modal, namun status pengendali tidak berubah. Kepemilikan publik atau masyarakat juga akan terdilusi dari 31,317 persen menjadi 28,470 persen. Sampai laporan ini diterbitkan, Perseroan menyatakan belum ada calon investor yang menyatakan minat mengambil saham baru tersebut, sehingga informasi soal identitas maupun kemungkinan hubungan afiliasi calon investor belum bisa diungkapkan.
