PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menyampaikan jawaban resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul permintaan penjelasan terkait laporan keuangan periode 30 Juni 2026 dan realisasi proyeksi keuangan perseroan. Surat bernomor 397/KSM-Corsec/IX/2026 itu ditandatangani Direktur RGAS, Sutarno, dan disampaikan pada 18 September 2026 sesuai ketentuan II.9 Peraturan Bursa Nomor I-E yang mewajibkan emiten menjelaskan permintaan otoritas bursa selambatnya dua hari bursa setelah surat diterima.

Salah satu yang disoroti bursa adalah anjloknya saldo piutang usaha kepada pihak berelasi, yaitu uang yang belum dibayar oleh perusahaan terafiliasi atas barang yang sudah dijual RGAS. Saldo ini turun dari Rp46,55 miliar pada akhir Desember 2025 menjadi hanya Rp829,45 juta pada 30 Juni 2026, atau berkurang Rp45,72 miliar, setara 98,22 persen. RGAS menjelaskan penurunan itu murni berasal dari pelunasan oleh KSO Noorel-KSM, kerja sama operasi yang berstatus pihak berelasi perseroan, tanpa ada penghapusan piutang maupun pemindahan ke akun lain.

Di sisi lain, saldo piutang lain-lain kepada pihak berelasi justru melonjak dari Rp2,30 miliar menjadi Rp8,97 miliar, naik Rp6,67 miliar atau 290,52 persen. RGAS menjelaskan ini bukan piutang dari penjualan barang, melainkan dana talangan yang diberikan kepada KSO Noorel-KSM untuk membiayai operasional proyek selagi KSO tersebut menunggu pembayaran termin dari pemberi kerja. Perseroan memastikan seluruh dana talangan itu sudah dikembalikan penuh sebelum 28 Agustus 2026, bertepatan dengan berakhirnya kontrak KSO dengan pemberi kerja, sehingga saldo akun ini per laporan keuangan triwulan III 2026 sudah nihil.

RGAS juga merinci lonjakan saldo pekerjaan proyek dalam pelaksanaan, yaitu biaya proyek konstruksi yang sudah dikeluarkan tetapi belum sampai tahap penagihan ke pelanggan, dari Rp4,48 miliar menjadi Rp6,43 miliar, naik Rp1,96 miliar atau 43,74 persen. Lima proyek dirinci: pengadaan kalibrator meter turbin dan rotary piston untuk PT PGAS Solution dengan nilai kontrak Rp7,38 miliar dan pekerjaan dalam proses Rp937,81 juta, baru rampung 20,39 persen; pembangunan jaringan gas Gaskita di Kabupaten Sleman untuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk senilai kontrak Rp9,28 miliar dengan pekerjaan dalam proses Rp460,30 juta, sudah rampung 89,90 persen; proyek serupa tahap II senilai kontrak Rp6,24 miliar dengan pekerjaan dalam proses Rp401,27 juta, rampung 42,14 persen; proyek metering gas turbin 4 inci di lokasi PT Smelting Gresik untuk PT Sadikun Niagamas Raya senilai kontrak Rp2,02 miliar dengan pekerjaan dalam proses Rp1,38 miliar; serta proyek kalibrasi basah meter ultrasonik untuk PT Pertamina Gas senilai kontrak Rp3,48 miliar dengan pekerjaan dalam proses Rp3,25 miliar. RGAS menargetkan seluruh proyek itu sudah selesai ditagih penuh pada triwulan III 2026, dengan kendala yang dihadapi sejauh ini hanya di sisi administrasi seperti penerbitan berita acara serah terima, bukan pada penyelesaian fisik pekerjaan.