Indonesia mengirim 1.000 ton beras premium perdana ke Malaysia, dengan potensi diperluas hingga 200.000 ton senilai Rp3,4 triliun.
31 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Malaysia untuk mengekspor 1.000 ton beras premium sebagai tahap awal, dengan peluang diperluas hingga 200.000 ton bernilai sekitar Rp3,4 triliun. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyebut langkah ini sebagai perkembangan positif bagi sektor pangan nasional karena bertepatan dengan momentum peningkatan produksi dalam negeri.
Qodari menjelaskan, kenaikan produksi beras domestik menjadi dasar bagi Indonesia untuk mulai menjajaki pasar ekspor secara terukur. Ia mengutip proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada musim 2026/2027 mencapai 38,6 juta ton, naik 4,6 juta ton dibanding 34 juta ton pada 2024/2025. Dengan perkiraan konsumsi domestik sekitar 31 juta ton pada 2026, FAO juga menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat dunia setelah India, Tiongkok, dan Bangladesh.
Angka BPSNilai ekspor
26,2 miliar US$Juli 2026
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Pemerintah menegaskan ekspor ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Stok beras nasional saat ini tercatat sekitar 5,2 juta ton, jumlah yang menurut pemerintah cukup untuk menjaga ketersediaan hingga Mei 2027.
Meski begitu, Qodari mengingatkan bahwa peluang ekspor ini bukan tujuan akhir. Ia menyebut yang lebih penting adalah menjaga produktivitas berkelanjutan, memastikan harga dan pasokan tetap terjangkau bagi masyarakat, memperluas akses pasar, serta memastikan capaian ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani.
ekspor berasMalaysiaketahanan panganBakom
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.