Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada Kamis, 3 September 2026. Dari pertemuan itu muncul sejumlah rencana kerja sama konkret, mulai dari penjajakan investasi pabrik pupuk hingga tawaran teknologi kapal canggih dari pihak Rusia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Pupuk Indonesia menandatangani studi bersama dengan pihak Rusia untuk mengkaji kemungkinan membangun pabrik pupuk urea di Vladivostok. Ia menyebut kinerja Pupuk Indonesia yang makin efisien membuka peluang ekspansi ke luar negeri, sekaligus dinilai bisa memperkuat ketahanan bahan baku dan industri dalam negeri.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan rencana ini sejalan dengan arahan Danantara agar perusahaan berperan memperkuat ketahanan nasional sambil memperluas pasar global. Ia menilai Vladivostok strategis karena menghadap langsung ke kawasan Pasifik, yang selama ini menjadi pasar utama Pupuk Indonesia.

Di luar sektor pupuk, Presiden Putin turut menawarkan teknologi perkapalan mutakhir kepada Indonesia berupa kapal sepanjang lebih dari 102 meter yang mampu mengolah hasil tangkapan ikan langsung di atas kapal. Skema ini disebut berpotensi meningkatkan kualitas ikan tangkapan Indonesia sebelum masuk ke rantai distribusi.