PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) menyampaikan bahwa rights issue pertamanya telah rampung dengan total dana terkumpul Rp114,3 miliar. Pemegang saham utama, PT RMK Investama (RMKI), melaksanakan seluruh haknya dengan menyerap 308.564.114 saham baru senilai Rp108,0 miliar, sementara publik menyerap sisanya senilai Rp6,3 miliar. Total saham baru yang diterbitkan sebanyak 326.720.595 lembar dengan harga pelaksanaan Rp350 per saham. Setelah aksi korporasi ini, susunan pemegang saham RMKO menjadi RMKI 73,082 persen, Komisaris Utama Vincent Saputra 0,002 persen, dan publik 26,916 persen. Perusahaan menyebut dana segar ini untuk memperkuat likuiditas guna mendukung operasional dan permintaan jasa pertambangan terintegrasi yang terus naik.

Dalam laporan kinerja sembilan bulan 2026 yang disampaikan bersamaan, pendapatan usaha RMKO tercatat Rp345,3 miliar, naik 57,4 persen dibanding periode sama tahun lalu, namun baru mencapai 62,4 persen dari target tahunan Rp553,1 miliar. Laba bersih berbalik positif menjadi Rp1,2 miliar, naik 102,4 persen secara tahunan, sementara EBITDA (laba usaha sebelum bunga, pajak, dan penyusutan) melonjak 738,1 persen menjadi Rp59,4 miliar. Khusus kuartal ketiga 2026, laba bersih melesat 1.034 persen secara tahunan menjadi Rp48,6 miliar, didorong bertambahnya jumlah tambang pihak ketiga yang dilayani jasa hauling dan Train Loading System (TLS), serta selesainya proyek konstruksi fasilitas penunjang grup. Dari sisi segmen, pendapatan konstruksi naik paling tinggi yakni 130,9 persen menjadi Rp143,7 miliar, disusul rental naik 50,1 persen menjadi Rp98,8 miliar, dan jasa pertambangan naik 12,5 persen menjadi Rp102,8 miliar.

Posisi keuangan RMKO ikut menguat. Total ekuitas naik 63,4 persen menjadi Rp291,1 miliar pada akhir September 2026, sementara total liabilitas turun 14,2 persen menjadi Rp325,1 miliar setelah perusahaan melunasi utang berbunga sebesar 40,6 persen. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas (DER) turun tajam dari 0,54 kali pada akhir 2025 menjadi 0,19 kali, jauh di bawah batas kovenan kredit 2,5 kali. Secara operasional, volume hauling batu bara sembilan bulan 2026 naik 122,4 persen menjadi 1,1 juta ton, dan volume Train Loading System naik 155,9 persen menjadi 2,3 juta ton, seiring bertambahnya tambang pihak ketiga yang memakai jalan hauling sepanjang 38 kilometer milik grup RMKE. Perusahaan juga melaporkan progres pembangunan TLS 2 di Gunung Megang yang telah mencapai 60 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2027, serta pengerasan jalan hauling model chip seal yang baru mencapai 26 persen.