PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) melaporkan rugi bersih US$821.988 untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, berbalik dari laba bersih US$1,56 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan turun dari US$44,5 juta menjadi US$35,1 juta, sementara laba bruto susut dari US$5,3 juta menjadi US$3,6 juta. Rugi per saham tercatat US$0,0002, berbalik dari laba per saham US$0,0003 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset naik sedikit menjadi US$176,8 juta dari US$172,8 juta pada akhir 2025, didorong penambahan aset tetap menjadi US$80,1 juta setelah belanja modal US$15,5 juta sepanjang periode. Namun kas dan setara kas menyusut dari US$55,7 juta menjadi US$49,4 juta. Jumlah liabilitas melonjak 34 persen, dari US$19,27 juta pada akhir 2025 menjadi US$25,87 juta, sementara ekuitas sedikit turun dari US$153,48 juta menjadi US$150,94 juta setelah perusahaan membagikan dividen US$1,41 juta.

Dalam surat tertanggal 29 Oktober 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan kenaikan liabilitas tersebut sesuai ketentuan keterbukaan informasi untuk perubahan pos lebih dari 20 persen. Perseroan menyebut kenaikan itu terutama berasal dari tambahan pinjaman Bank CIMB Niaga ke induk usaha dan Bank Multiarta Sentosa ke anak usaha PT Pelita Samudera Sreeya, dengan total nilai Rp81,5 miliar atau setara US$4,01 juta. Surat pernyataan direksi atas laporan keuangan ini ditandatangani oleh Yolanda Watulo selaku Direktur Utama dan Basuki Setiogroho selaku Direktur Keuangan.