PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) membukukan rugi bersih Rp11,8 miliar untuk kuartal pertama 2026, hampir dua kali lipat dari rugi Rp5,9 miliar pada kuartal pertama 2025. Rugi per saham dasar ikut melebar menjadi Rp1,56, dari sebelumnya Rp0,79, berdasarkan laporan keuangan interim tidak diaudit yang disampaikan perusahaan ke Bursa Efek Indonesia pada 16 September 2026. Laporan itu ditandatangani Direktur Utama Yohanes Eddy Christianto pada 15 September 2026.
Penjualan perusahaan properti ini sebenarnya naik menjadi Rp12,8 miliar dari Rp10,7 miliar, dan laba kotor ikut naik menjadi Rp4,9 miliar dari Rp3,8 miliar. Namun kenaikan itu tertutup oleh melonjaknya beban umum dan administrasi menjadi Rp12,7 miliar dari Rp7,3 miliar, serta beban penjualan dan pemasaran yang naik menjadi Rp4,0 miliar dari Rp2,6 miliar. Di laporan arus kas, pembayaran beban bunga dan keuangan melonjak menjadi Rp5,8 miliar dari hanya Rp615 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Arus kas dari aktivitas operasi berbalik menjadi negatif Rp16,4 miliar, dari positif Rp13,1 miliar setahun sebelumnya. Untuk menutup kebutuhan kas, perusahaan menerima tambahan pinjaman dari pihak berelasi senilai Rp17,6 miliar, sehingga total utang jangka panjang ke pihak berelasi naik menjadi Rp67,6 miliar dari Rp50,0 miliar pada akhir 2025. Total ekuitas perusahaan turun menjadi Rp213,0 miliar dari Rp224,8 miliar dalam tiga bulan, sementara kas dan setara kas berada di Rp7,2 miliar per akhir Maret 2026. PT Agung Perkasa Investindo tercatat sebagai entitas induk dan Heriyanto sebagai pemegang saham pengendali TRUE.
