PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Perusahaan properti ini mencatat rugi bersih Rp12.302.247.719, melebar dari rugi Rp9.970.532.979 pada periode sama tahun 2025, atau naik sekitar 23 persen. Rugi per saham dasar tercatat Rp1,62, dibanding Rp1,32 pada semester I 2025.
Penjualan sebenarnya naik tipis dari Rp23,88 miliar menjadi Rp24,77 miliar. Namun beban pokok penjualan naik lebih cepat, dari Rp17,34 miliar menjadi Rp19,86 miliar, sehingga laba kotor justru turun dari Rp6,55 miliar menjadi Rp4,91 miliar. Di neraca, total aset turun dari Rp681,85 miliar menjadi Rp675,59 miliar, sementara total ekuitas menyusut dari Rp224,81 miliar menjadi Rp212,51 miliar seiring defisit saldo laba yang membengkak dari Rp76,50 miliar menjadi Rp88,80 miliar.
Arus kas dari aktivitas operasi berbalik menjadi negatif Rp16,37 miliar, padahal pada semester I 2025 masih positif Rp11,27 miliar. Kas dan setara kas akhir periode turun menjadi Rp7,17 miliar dari Rp7,84 miliar di awal tahun. Untuk menambal kebutuhan kas, TRUE menerima pinjaman baru dari pihak berelasi senilai Rp17,64 miliar, sehingga total utang jangka panjang ke pihak berelasi naik dari Rp49,96 miliar menjadi Rp67,60 miliar.
PT Agung Perkasa Investindo tercatat sebagai entitas induk dan Heriyanto, yang juga menjabat Komisaris Utama, sebagai pemegang saham pengendali. Dua anak usaha turut dilaporkan, PT Sukses Bangun Sinergi Property Management di Banten yang sudah beroperasi sejak 2019 dengan aset Rp16,24 miliar dan kepemilikan 99 persen, serta PT Triniti Dinamik Santoz Property di Banten yang belum beroperasi dengan aset Rp107,84 miliar dan kepemilikan 85 persen.
