PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) mencatat rugi bersih konsolidasian Rp28,21 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, melebar 64 persen dibanding rugi Rp17,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pelebaran rugi ini terjadi di tengah penjualan yang turun tajam, dari Rp35,81 miliar menjadi Rp20,75 miliar, sementara beban penjualan dan pemasaran justru melonjak dari Rp5,45 miliar menjadi Rp14,24 miliar.

Akibat rugi yang terus berlanjut, saldo laba perusahaan yang belum ditentukan penggunaannya kian dalam negatif, dari defisit Rp77,17 miliar pada akhir 2025 menjadi defisit Rp105,13 miliar pada September 2026. Total ekuitas perusahaan ikut tergerus dari Rp223,90 miliar menjadi Rp195,98 miliar, sementara total liabilitas justru naik dari Rp469,96 miliar menjadi Rp536,35 miliar, terutama karena utang usaha kepada pihak ketiga yang bertambah dari Rp56,13 miliar menjadi Rp81,40 miliar dan utang kepada pihak berelasi jangka panjang yang naik dari Rp49,96 miliar menjadi Rp67,60 miliar. Rugi per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melebar dari Rp1 menjadi Rp3,73 per lembar.

Di sisi lain, uang muka penjualan dari pembeli properti naik dari Rp112,99 miliar menjadi Rp159,57 miliar, menunjukkan ada transaksi penjualan unit yang sudah menerima pembayaran muka meski pendapatannya belum sepenuhnya diakui dalam laporan laba rugi. Kas dan setara kas perusahaan juga naik tipis dari Rp8,73 miliar menjadi Rp9,14 miliar. Laporan keuangan interim kuartal ketiga 2026 ini belum diaudit dan disampaikan Triniti Dinamik kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 175/TD/X/2026.