Pengamat memperkirakan rupiah dibuka melemah ke Rp17.820-17.880 per dolar AS pekan depan, meski sempat menguat berkat sinyal fiskal 2027.
16 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Ilustrasi AI
Arahnya ke mana
Proyeksi pelemahan ini hanya untuk pembukaan pasar Senin, jadi sifatnya jangka sangat pendek, bukan perubahan kebijakan. Pelemahan 60 poin berarti rupiah diperkirakan melemah sekitar Rp60 per dolar AS, berbalik dari penguatan 50 poin pada Jumat lalu. Pihak yang paling merasakan dampaknya adalah pelaku usaha dengan kebutuhan dolar, seperti importir bahan baku, karena kurs lebih lemah membuat biaya impor naik. Ada dua arah yang mungkin terjadi, tekanan eksternal terus mendominasi dalam beberapa hari ke depan, atau optimisme dari target pertumbuhan 6 persen dan defisit anggaran 2027 sebesar Rp671,2 triliun mulai menopang rupiah begitu detail RAPBN 2027 dibahas di DPR. Arah mana yang berlaku akan terlihat dari pergerakan rupiah pada pembukaan pasar Senin dan pembahasan RAPBN 2027 di DPR pekan-pekan berikutnya.
Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin, meski sempat menguat pada penutupan pekan lalu. Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah dibuka di kisaran Rp17.820 hingga Rp17.880 per dolar Amerika Serikat. Proyeksi ini penting diperhatikan karena kurs yang lebih lemah bisa mendorong naik harga barang impor dan bahan baku bagi pelaku usaha.
Menurut Ibrahim, pelemahan berpotensi mencapai sekitar 60 poin, berbalik dari penguatan 50 poin yang tercatat pada penutupan perdagangan Jumat. Ia menyebut tekanan itu lebih banyak dipicu faktor eksternal, tanpa merinci lebih lanjut faktor tersebut.
Salah satu sentimen positif yang sempat mengangkat rupiah datang dari pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai arah kebijakan fiskal 2027. Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen, naik dari asumsi 5,4 persen dalam APBN 2026.
Pemerintah juga menetapkan target inflasi 2,5 persen dan defisit anggaran Rp671,2 triliun, setara 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto. Kombinasi target pertumbuhan yang lebih tinggi dan defisit yang terukur inilah yang menurut Ibrahim sempat menopang penguatan rupiah, sebelum tekanan eksternal diperkirakan kembali membayangi pekan depan.
Artikel ini informasi, bukan ajakan atau rekomendasi membeli maupun menjual instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi beserta risikonya sepenuhnya tanggung jawab pembaca.
rupiahnilai tukarAPBN 2027dolar AS
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.