Nilai tukar rupiah menguat cukup signifikan pada penutupan perdagangan awal pekan ini, seiring munculnya kepastian baru soal kepemimpinan Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada DPR RI, langkah yang direspons positif oleh pasar karena mengurangi ketidakpastian di kursi bank sentral.

Rupiah ditutup menguat 142 poin ke level Rp17.755 per dolar AS, setelah sempat menyentuh penguatan hingga 145 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.897. Analis pasar uang Ibrahim menyebut tren penguatan ini berpotensi berlanjut pada perdagangan berikutnya, meski pergerakan diperkirakan tetap fluktuatif di rentang Rp17.700 hingga Rp17.750.

Pengajuan nama Destry dilakukan melalui Surat Presiden yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi Gubernur BI yang kosong setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Destry sendiri saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI, sehingga status calon tunggal ini memberi kejelasan arah proses pergantian pucuk pimpinan bank sentral.

Di balik penguatan rupiah, terdapat sinyal yang patut dicermati dari sisi konsumsi domestik. Indeks Keyakinan Konsumen Juli 2026 tercatat turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026, penurunan ketiga berturut-turut yang mengindikasikan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam menilai kondisi ekonomi dan mengambil keputusan belanja.