Rupiah kembali menguat pada awal pekan setelah pemerintah resmi mengirimkan surat presiden yang mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia kepada DPR RI. Kepastian nama calon pemimpin bank sentral ini penting bagi pelaku pasar karena berkaitan langsung dengan arah kebijakan moneter dan tingkat kepercayaan terhadap mata uang domestik.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pencalonan Destry sudah sesuai dengan ekspektasi pasar sejak awal. Saat ini Destry menjabat Deputi Gubernur Senior sekaligus Pejabat Sementara Gubernur BI, sehingga pengangkatannya sebagai calon pengganti Perry Warjiyo dibaca pasar sebagai sinyal kesinambungan kebijakan, bukan perubahan arah yang mendadak.

Selain faktor pencalonan Gubernur BI, penguatan rupiah juga ditopang indikator ekonomi domestik yang masih tergolong solid. Ibrahim menyebut pertumbuhan ekonomi nasional yang bertahan di atas 5 persen serta posisi cadangan devisa yang masih memadai sebagai penopang utama kepercayaan pasar terhadap mata uang Garuda.

Di sisi lain, sejumlah indikator sebenarnya menunjukkan tekanan, seperti neraca perdagangan yang defisit dan indeks keyakinan konsumen yang menyusut. Meski demikian, indeks keyakinan konsumen tersebut masih berada di atas level 100, yang menurut Ibrahim tetap mencerminkan kondisi ekonomi dalam negeri yang cukup terjaga.