Pemegang saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 22 Agustus 2026 menyetujui rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 19.238 lembar dengan nilai nominal Rp19.823 per saham. Rasio HMETD ditetapkan 1:23, dengan harga pelaksanaan Rp91.823 per saham, yang berarti setiap pemegang satu saham lama berhak membeli 23 saham baru pada harga tersebut.

Penerbitan HMETD ini disertai penerbitan waran dengan rasio 2:12 dan harga pelaksanaan Rp1.289.039 per waran. Selain waran, perseroan juga menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) yang bisa ditukar menjadi saham. Pemegang saham lama mendapat HMETD dengan rasio 2:9, dan setiap delapan HMETD memberi hak atas tiga OWK. Setiap satu OWK dapat dikonversi menjadi 120 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp123 per saham. Bila tidak dikonversi selama masa berlaku, OWK ini jatuh tempo pada 22 Agustus 2026, dengan masa konversi berlangsung dari 22 hingga 23 Agustus 2026.

Sebagian saham baru juga dapat dibayar dengan aset selain uang tunai, bukan hanya uang tunai. Nilai aset yang disetorkan tercatat Rp91.827.398, berdasarkan penilaian sebuah kantor jasa penilai publik yang ditunjuk perseroan, dan hasil penilaian menyatakan transaksi ini wajar.

AADI menjadwalkan tanggal efektif HMETD pada 24 Agustus 2026, dengan tanggal daftar pemegang saham yang berhak pada 25 Agustus 2026. Periode perdagangan HMETD berlangsung 22 hingga 24 Agustus 2026, dan periode pelaksanaannya 22 hingga 25 Agustus 2026. Saham hasil HMETD dijadwalkan didistribusikan pada 28 Agustus 2026 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 29 Agustus 2026.