PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 30 September 2026, di Jakarta. Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui dua agenda sekaligus, yaitu usulan restrukturisasi perusahaan dalam rangka penyehatan, dan persetujuan atas penerimaan pinjaman bank dan/atau non-bank berjangka menengah hingga panjang sebagai salah satu langkah restrukturisasi. Dokumen keterbukaan informasi tidak menyebutkan nilai nominal pinjaman yang akan diambil maupun pihak pemberi pinjaman.

Persetujuan ini menjadi landasan bagi ADHI untuk melanjutkan proses penyehatan keuangan melalui tiga langkah utama, yakni transformasi bisnis, inorganic initiatives yang didampingi oleh Pemegang Saham Prioritas, serta restrukturisasi keuangan. Perusahaan menyebut langkah-langkah itu berjalan bersamaan dengan sejumlah inisiatif efisiensi untuk memperkuat kinerja operasional dan keuangan.

Corporate Secretary ADHI, Siswanto, mengatakan restrukturisasi dijalankan tidak hanya melalui penataan struktur keuangan, tetapi juga transformasi bisnis, penataan portofolio, dan penguatan fokus pada bisnis inti Engineering & Konstruksi. Ia menambahkan bahwa program penyehatan akan dilanjutkan secara bertahap dan terukur sambil tetap memenuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik.