PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Ketiga pada Jumat, 21 Agustus 2026, di kantor perseroan di Jl Bintaro Raya No 8A, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekaligus lewat sistem elektronik eASY.KSEI, berlangsung pukul 14.16 hingga 14.36 WIB. Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 1.530.102.109 saham atau 58,67 persen dari total 2.608.081.058 saham berhak suara, melampaui syarat kuorum minimal 52 persen yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan lewat surat tanggal 13 Juli 2026. Satu-satunya agenda rapat, yakni persetujuan peningkatan modal dasar dan perubahan anggaran dasar, disetujui 1.529.995.009 suara atau 99,99 persen, tanpa suara menolak dan 107.100 suara abstain.
Rapat menyetujui kenaikan modal dasar perseroan dari Rp100 miliar yang terbagi atas 5 miliar saham menjadi Rp208,64 miliar yang terbagi atas 10.432.342.000 saham, masing-masing bernilai nominal Rp20. Modal ditempatkan dan disetor juga naik dari Rp44,71 miliar atau 2.235.502.042 saham menjadi Rp52,16 miliar atau 2.608.085.715 saham. Kenaikan modal disetor ini berasal dari pembagian saham bonus hasil kapitalisasi tambahan modal disetor yang dibukukan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024, dengan penerbitan 372.583.673 saham baru bernilai nominal Rp20 per saham. Perubahan ini sekaligus mengubah Pasal 4 ayat (1) dan (2) Anggaran Dasar perseroan.
Setelah pembagian saham bonus, susunan pemegang saham MEJA tercatat sebagai berikut: PT Triple Berkah Bersama memegang 1.025.319.283 saham senilai nominal Rp20,50 miliar, Direktur Utama Richie Adrian Hartanto S memegang 7.583.333 saham senilai nominal Rp151,66 juta, dan publik memegang 1.575.183.099 saham senilai nominal Rp31,50 miliar. Total keseluruhan mencapai 2.608.085.715 saham dengan nilai nominal Rp52,16 miliar. Rapat turut mengesahkan susunan pemegang saham ini sesuai data PT Adimitra Jasa Korpora selaku biro administrasi efek perseroan, serta memberi kuasa kepada Direksi untuk menuangkan keputusan ini dalam akta notaris tersendiri dan melaporkannya ke Kementerian Hukum.
Rapat dihadiri Direktur Utama Richie Adrian Hartanto, Direktur Habibah Jannah, Direktur Venantius Agung Passionoraga, serta Komisaris Utama Noprian Fadli. Ada satu pertanyaan dari pemegang saham terkait agenda rapat, yang telah dijawab langsung oleh Direksi sebelum pengambilan suara dilakukan.
