PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim kuartal III 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 2 November 2026. Koreksi ini melengkapi lampiran penjelasan wajib soal kenaikan total liabilitas perusahaan yang melampaui 20 persen, sesuai Peraturan Bursa Nomor I-E, yang sebelumnya disampaikan lewat surat bernomor 042/SICO-CS/X/2026 tanggal 29 Oktober 2026. Penjelasan tersebut ditandatangani Direktur Keuangan dan Kepatuhan Vita Diani Satiadhi.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, total liabilitas SICO mencapai Rp45,66 miliar, naik Rp14,16 miliar atau 44,9 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp31,5 miliar. Perusahaan menyebut kenaikan ini terutama didorong oleh dua pos: utang usaha kepada pihak ketiga yang melonjak dari Rp317,47 juta menjadi Rp1,08 miliar, naik 242 persen, dan total utang bank yang bertambah dari Rp11,19 miliar menjadi Rp28,13 miliar, naik 151 persen. Dalam rinciannya, utang bank jangka panjang melonjak dari Rp3,02 miliar menjadi Rp25,26 miliar, sementara porsi yang jatuh tempo dalam setahun justru menyusut dari Rp8,17 miliar menjadi Rp2,88 miliar, menunjukkan perusahaan beralih ke pinjaman berjangka lebih panjang.
Sepanjang sembilan bulan 2026, SICO membelanjakan Rp16,94 miliar untuk pembelian aset tetap, sehingga nilai aset tetap bersihnya naik dari Rp64,67 miliar menjadi Rp76,16 miliar. Pada saat yang sama, arus kas bersih dari aktivitas operasi, yaitu uang tunai yang benar-benar dihasilkan dari kegiatan usaha sehari-hari, turun dari Rp13,55 miliar menjadi Rp5,22 miliar. Pendapatan usaha turun dari Rp117,81 miliar menjadi Rp111,13 miliar, dan laba tahun berjalan turun 26 persen dari Rp11,63 miliar menjadi Rp8,56 miliar, dengan laba bersih per saham dasar turun dari Rp11,09 menjadi Rp9,36. Ekuitas perusahaan tetap bertambah dari Rp133,44 miliar menjadi Rp140,18 miliar, setelah perusahaan membagikan dividen kas Rp1,82 miliar sepanjang periode ini.
