Bursa Efek Indonesia mencatatkan empat instrumen utang baru milik PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF (kode emiten SMFP) mulai 30 Oktober 2026. Keempatnya adalah Obligasi Berkelanjutan VIII Tahap IV Tahun 2026, Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II Tahap III, Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan II Tahap III, dan Sukuk Musyarakah Berwawasan Sosial Berkelanjutan II Tahap II. Total dana yang dihimpun dari keempat instrumen ini sekitar Rp3,09 triliun, dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk seluruh seri.
Obligasi Berkelanjutan VIII Tahap IV bernilai Rp1,53 triliun dan terbagi tiga seri. Seri A senilai Rp1,08 triliun berbunga 7,10 persen per tahun jatuh tempo 9 November 2027, seri B senilai Rp132,5 miliar berbunga 7,20 persen jatuh tempo 29 Oktober 2028, dan seri C senilai Rp318,25 miliar berbunga 7,35 persen jatuh tempo 29 Oktober 2029. Pembayaran bunga pertama untuk ketiga seri ini dijadwalkan 29 Januari 2027, dan pelunasan pokok dilakukan sekaligus di akhir periode masing-masing seri.
Di sisi syariah, Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II Tahap III senilai Rp513,54 miliar menawarkan nisbah bagi hasil 90,43 persen bagi pemegang sukuk, dengan indikasi imbal hasil setara 7,10 persen per tahun dan jatuh tempo 9 November 2027. Adapun dua instrumen berlabel sosial, Obligasi Berwawasan Sosial Tahap III senilai Rp762,6 miliar dan Sukuk Musyarakah Berwawasan Sosial Tahap II senilai Rp266,6 miliar, keduanya berjangka lima tahun hingga jatuh tempo 29 Oktober 2031 dengan tingkat imbal hasil 7,70 persen per tahun. Pefindo memberi rating idAAA untuk obligasi dan idAAAsy untuk sukuk, rating tertinggi yang menunjukkan risiko gagal bayar sangat rendah.
Seluruh obligasi dan sukuk ini tidak dijamin dengan aset tertentu, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan SMF sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dengan kedudukan setara dengan kreditur lain perusahaan. SMF baru berhak membeli kembali sebagian atau seluruh surat utang ini satu tahun setelah tanggal penjatahan, yaitu mulai 28 Oktober 2027. Penerbitan ini merupakan tahap keempat dari program Obligasi Berkelanjutan VIII bertarget total Rp24 triliun, sementara tahap selanjutnya dari masing-masing program akan ditentukan kemudian.
