PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyampaikan ke Bursa Efek Indonesia bahwa perusahaan telah menyiapkan dana untuk melunasi dua obligasi yang segera jatuh tempo. Obligasi pertama adalah Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2021 (SMFP06CN2) senilai pokok Rp2,8 triliun dengan bunga Rp42 miliar, yang jatuh tempo pada 17 November 2026. Obligasi kedua, Obligasi Berkelanjutan VII Tahap VII Tahun 2024 Seri B (SMFP07BCN7), bernilai pokok Rp153,005 miliar dengan bunga Rp2.486.331.250, jatuh tempo pada 26 November 2026.

Total dana yang disiapkan untuk kedua pelunasan ini mencapai Rp2,953 triliun untuk pokok utang dan sekitar Rp44,49 miliar untuk bunga. Perusahaan menyatakan dana tersebut saat ini sudah ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka. Laporan ini merujuk pada Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E yang mewajibkan emiten obligasi melaporkan kesiapan dana pelunasan sebelum tanggal jatuh tempo.

Dokumen ditandatangani secara elektronik oleh Hilman Asyrofi, Kepala Divisi Treasuri dan Hubungan Investor, serta Heliantopo, Pelaksana Tugas Direktur Bisnis SMF. Surat bernomor S-2361/DIR/SMF/X/2026 ini dikirim ke BEI pada 2 Oktober 2026, dengan tembusan kepada wali amanat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan.